Rabu, 03 Juli 2013

resensi Novel MIRANDA JANGAN AMBIL NYAWAKU



  1. NOVEL : MIRANDA JANGAN AMBIL NYAWAKU
    1. Unsur Instrinsik :
    2. Tokoh dan Perwatakan
      1. Miranda (aku)
Watak: cuek
Bukti: “tentu” aku mengagkat bahu “aku tidak peduli”
      1. Dr. Mullen
Watak: biasa saja
Bukti: “Miranda boleh aku berbicara secara pribadi dengan orang tuamu sebentar?”. Tanya Dr. Mullen
      1. Emma
Watak:
Bukti: “astaga” pekik emma
      1. Ay ah
Watak: keras
Bukti: “kami ayahmu dan ibu bertekad kamu tidak akan mengalami nasib seperti itu”
      1. Ibu
Watak: tidak punya perasaan
Bukti: “ibu mulai berbicara dengan terburu-buru, suara keras dan tatapan tajam”
      1. Sudut Pandang:
Orang Pertama sebagai pelaku utama
Bukti: terdapat kata “aku” sebagai pelaku utama
      1. Latar : 1. Tempat: kamar
Bukti:”ketiga orang dewasa itu kembali ke dalam kamar”
2. Suasana:
a. Ketakutan
Bukti: “tetapi kenpa mereka berbohong Emma?” aku sangat ketakutan “aku merasa takut”
b. Gusar
Bukti: “Baiklah miranda kami akan menceritakan kepadamu sesuatu yang pasti akan membuatmu gusar
c. Terkejut
Bukti: “aku tidak mampu berbicara, aku sangat terkejut “ini tidak nyata! I Mimpi. ini semua hanya mimpi! Aku ingin bangun!” aku tertawa, menangis, dan berteriak.
      1. Gaya bahasa: menggunakan bahasa sehari-hari
Bukti:”mereka agak kedodoran sehingga aku tahu”
      1. Alur : maju(karena semua cerita berjalan runtut)
        1. Perkenalan: muncul banyak tokoh di awal cerita
Bukti: Dr.Mullen, Miranda, Emma
        1. Muncul masalah: Miranda mulai mengetahui siapa Emma itu dan apa yang di lakukan orang tua mereka dan Dr.Mullen
        2. Klimaks: akhirnya ibu memberi tau semua rahasia nya…(gadis itu(Emma) diciptakan dari DNA Miranda, dibesarkan ditabung dan ia bisa berbicara). Miranda membantah karena ia tidak percaya.”omong kosong!” Sahut ibunya dengan marah.
        3. Masalah menurun: miranda sudah tidak mampu berkata lagi “aku tak mampu bicara , aku terkejut”
        4. Penyelesaian : akhirnya miranda pasrah , perasaan ayah nya sangat sedih
      1. Pesan/Amanat : Jangan sekali-kali melakukan peng-cloningan pada manusia. Karena itu adalah sikap yang tidak berprikemanusiaan

        1. Unsur Ekstrinsik:
      1. Nilai kemanusiaan : Mengorbankan hasil cloning untuk Miranda. Jadi Ibu akan mengorbankannya untuk menyelamatkannya.

      1. Novel : Bako
        1. Unsur Intrinsik
      2. Tokoh dan Perwatakan :
        1. Umi(Baik, pandai,dan taat beribadah)
·         Baikà “sebelum kami pulangdarisekolah, iasudahakanberadadirumah, menantikedatangankamudengannasiterhidang.”
·         Pandaià “Iamemanglancarmenerjemahkan Al-qur’andalambahasa Indonesia.
·         TaatBeribadahà “padatahun-tahunsebelumnya, iaselalubersalatsubuh di Masjid.
1.      Suami (Rajin beribadah/sholeh)
“Pagi-pagi bangun, suamiku langsung mengambil wudhu kadang di pancuran tetapi lebih sering dirumah saja.
2.      Aku (hanya sebagai pencerita).
  1. Sudut Pandang
Orang ketiga pelaku sampingan
Bukti : terdapat kata “ia”. Jadi pencerita menceritakan orang lain.
  1. Latar
Tempat : didapur à“sesudah shalat ia langsung pergi kedapur”
Waktu : Pagi à
“pagi-pagi bangun,suamiku langsung mengambil wudhu….”
Hari minggu à
“pada hari minggu,acap kami pergi ke ladang”.
  1. Gaya Bahasa
Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari(bahasa daerah)
  1. Alur
Alur yang dugunakan adalah alur maju.
    1. Perkenalan        : memperkanalkan kegiatan tokoh.
    2. Mucul masalah    : ia seorang yang rajin dan taat beribadah.
    3. Klimaks        : Banyak orang yang menyegani ia.
    4. Masalah mereda    : ia tidal begitu memperdulikan hartanya.
    5. Penyelesaian    : hartanya di sedekahkan dan digunakan untuk haji.

  1. Amanat /Pesan
“jadilah orang yang sederhana meskipun memiliki banyak harta.dan gunakan harta yang berlebih tersebut untuk bersedekah”.

    1. Unsur Ekstrinsik
      1. Nillai Agama    : Rajin beribadah.
“pada tahun-tahun yang silam, ia selau bershalat subuh di mesjid”.
      1. Nilai Sosial    : Disegani masyarakat
“ia adalah seoarang perempuan yang disegani”.
      1. Nilai Budaya    : Pernah memperoleh penghargaan.
“ia pernah pula meraih kedudukan teratas dalam suatu perlombaan menerjemahkan beberapa ayat Al-quran…….”.
5 Gudang Ilmu: resensi Novel MIRANDA JANGAN AMBIL NYAWAKU NOVEL : MIRANDA JANGAN AMBIL NYAWAKU Unsur Instrinsik : Tokoh dan Perwatakan Miranda (aku) Watak: cuek Bukti: “tentu” aku ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

< >